Selamat datang di forum BACKPACKER INDONESIA

Selamat datang di backpackerindonesia.com, Sebuah forum seputar backpacking dan traveling. Untuk bertanya atau diskusi dengan backpacker lain, silakan bergabung dengan komunitas kami.

Klik di sini untuk mendaftar!

Booq Kenyooq_Perempuan Pelestari Tradisi Suku Dayak Wehea

1 post / 0 new
Chris Djoka's picture
Chris Djoka
Offline
Newbie
Joined: 2012-04-26
Booq Kenyooq_Perempuan Pelestari Tradisi Suku Dayak Wehea
0
Your rating: None

Namanya Kenyooq. Biasa dipanggil Booq Kenyooq. Dalam bahasa Wehea, Booq artinya nenek atau kakek, atau merupakan panggilan tambahan bagi orang-orang yang telah lanjut usia.

Mungkin hampir seabad usianya, karena tidak dapat diduga dengan pasti, kapan Booq Kenyooq hadir didunia. Tidak ada sebuah catatan, atau bahkan perkiraan yang tepat, untuk dapat mengetahui secara pasti berapa sebenarnya usianya saat ini.

Tapi, Booq Kenyooq tetaplah Booq Kenyooq. Seorang tua yang telah renta, yang selalu membungkuk saat berjalan, mungkin menjadi orang terakhir atau sedikit orang dari orang yang tersisa, yang terus mewarisi dan melestarikan sebuah kekayaan budayanya, sebagai sebuah bentuk pertanggungjawaban akan sebuah warisan secara turun temurun.

Booq Kenyooq, seorang tua yang selalu akrab, yang selalu tepat menebak kala mendengar suaraku, yang selalu kucandai dengan dua buah kata dalam bahasa local, sehingga membuatnya nampak cantik dan selalu tertawa.

Dia buta, tetapi tidak hatinya. Mata bathinnya seolah selalu menerawang ke masa depan, masa dimana kita tidak pernah tahu akan apa yang akan terjadi.

Dalam renta usia, Booq Kenyooq selalu terlihat kuat dalam beragam ritual yang selalu dan selalu setia diikutinya. Entah itu ritual anak, kelahiran, kematian, masa panjang perayaan Lom Plai, dan beragam ritual lainnya, tidak menyurutkan langkah dan niatnya, untuk hadir dan berkumpul bersama para tetua perempuan lainnya.

Booq Kenyooq seolah telah menciptakan daya magis tersendiri bagiku. Tidak lengkap rasanya sebuah ritual penting di kampong ini tanpa dihadiri Booq Kenyooq.

Booq Kenyooq, seorang manusia renta, kini, tetap setia berpegang pada apa yang diyakininya, pada sebuah tradisi warisan leluhur, yang pada setiap kesempatan selalu diceritakan kepada anak cucunya, ternyata memiki mimpi yang sangatlah sederhana.

Akan ada yang mewarisi dan meneruskan tradisi, dalam rapalan mantra dan doa, dan dalam sebuah kesetiaan tanpa pamrih.

Booq Kenyooq, seorang manusia rentah yang kutemui, selalu tersenyum tanpa terbalut kepura-puraan, hanya bermimpi, bahwa tradisi ini akan terus berlanjut, dan terus dilestarikan oleh generasi yang ada saat ini.